Satukan rapor, absensi, keuangan, dan komunikasi wali murid dalam satu platform yang simpel dan mudah digunakan.
Tidak perlu lagi menggunakan banyak aplikasi terpisah. Kiboo menyatukan rapor, keuangan, absensi, dan komunikasi orang tua dalam satu ekosistem yang saling terhubung secara otomatis.
Data tersinkronisasi secara real-time di seluruh modul, menghilangkan duplikasi input dan menghemat waktu kerja administrasi hingga 70%.
Enam modul utama yang dirancang untuk menyederhanakan seluruh operasional sekolah dari ujung ke ujung.
Penilaian otomatis sesuai Kurikulum Merdeka & K13. Cetak rapor digital dalam hitungan detik.
Kelola tagihan SPP, pembayaran, dan laporan tunggakan secara transparan dan akurat.
Kehadiran dicatat lewat scan QR. Notifikasi otomatis terkirim ke orang tua secara real-time.
Portal pendaftaran siswa baru mandiri lengkap dengan tracking formulir dan pembayaran registrasi.
Hitung gaji otomatis berdasarkan jam mengajar, kehadiran, dan tunjangan. Cetak slip gaji instan.
Buat soal, atur timer, dan koreksi otomatis. Semua berbasis web tanpa perlu instal aplikasi.
Setiap pengguna mendapatkan tampilan yang sesuai dengan peran dan tanggung jawab mereka.
Pimpinan yayasan bisa melihat kondisi keuangan, jumlah siswa, dan kinerja akademik seluruh unit sekolah dari satu dashboard terpusat.
Guru dapat menginput nilai, mengisi absensi, dan memantau perkembangan siswa secara digital. Tanpa kertas, tanpa ribet.
Orang tua dapat memantau kehadiran, tagihan, dan perkembangan akademik anak mereka langsung dari ponsel, kapan saja.
Setiap yayasan memiliki database terpisah dan aman. Data antar institusi tidak akan pernah tercampur.
Sistem Role-Based Access Control memastikan setiap pengguna hanya melihat data yang relevan dengan perannya.
Dioptimalkan untuk semua perangkat. Akses dari laptop, tablet, maupun ponsel dengan pengalaman yang sama baiknya.
Keamanan informasi pendidikan dan keuangan adalah prioritas utama kami. Perlindungan ditanam langsung ke fondasi arsitektur sistem.
Kata sandi di-hash dengan algoritma satu arah. Tidak bisa dibaca bahkan oleh admin.
Data dicadangkan secara periodik untuk meminimalisir risiko kehilangan data.
Setiap yayasan menggunakan database terpisah sehingga data tidak saling terhubung.